Terima kasih kepada teman-teman yang telah berpartisipasi atas terselenggaranya Reuni Patbhe-1979 tahun 2009, terima kasih pula kepada teman-teman yang belum berkesempatan datang atas do'a kalian sehingga acara dapat berjalan dengan lancarBlog ini dimaksudkan sebagai sarana untuk "ngumpulne balung pisah" diantara alumni SMA 4Bhe Yogyakarta yang masuk tahun 1976 dan atau yang lulus tahun 1979

Kamis, Oktober 30, 2008

Sebuah Aspirasi Dari Jakarta

Alkisah, lagi-lagi kantor Wahyuni punya "gawe" rapat dinas di Jakarta dengan jajaran pemerintahan pusat pada tanggal 28 - 29 Oktober 2008. Lagi-lagi pula, Wahyuni "katut" dipilih oleh kantornya untuk menjadi salah satu "delegasi" dalam rapat dinas itu (he..he..he.. opo ora ono wong liyo maneh to Yun ...?!).

Singkat cerita, rencana kedatangan Wahyuni langsung direspon sama konco-konco di Jakarta, ...maklum, Wahyuni mesti nggowo oleh-oleh yang sangat dinantikan teman-teman. Rencana semula, Dyah Probowati juga akan ke Jakarta pada tanggal 28 Oktober 2008,.....namun in the last minute dibatalkan karena ada sidang di kampusnya (tapi bukan sidang KPK kan Dyah...?)

Barjono dan Agus "Christian" Sugiono kebagian tugas kontak konco-konco dan cari tempat,...selain itu, Wahyuni juga japri dengan teman-teman lain. Akhirnya terkumpullah beberapa teman yang bisa datang untuk ketemuan (lagi) tanggal 29 Oktober 2008, yaitu Abdurrahman, Agus Sugiono, Ari Gunawan, Barjono, Basuki, Isnawan, Kananto. Stevanus Ary (beliau belakangan ini sangat terkenal karena santennya) dan Unggul "Osso" Santosa tidak bisa hadir karena ada business meeting dengan client. Namun sebelumnya, Stevanus Ary bersama-sama Isnawan sudah ketemu Wahyuni dan Basuki di kantornya Basuki.

Tempat ketemuan dipilih di sebuah Japanese Restaurant di bilangan Jalan Rasuna Said, GOKU Shabu di Setiabudi Building 1, ground floor. Wahyuni dan Isnawan datang duluan di resto, didrop sama Stevanus "Cocomas" Ary. Setelah itu Agus Sugiono, Barjono dan Kananto. Bayangkan.....!!, ketika di Hanamasa hanya ada satu Kananto saja sudah bikin heboh suaranya,...lha ini ditambah dengan Isnawan,.....waahhhh, perut kami semua kaku. Isnawan, dengan gaya celelekan-nya, ditambah "braokan" khas Kananto,....wahhh,...terlalu panjang kalau mau diceritakan detail di sini apa yang terjadi tadi malam.

Karena waktu shalat maghrib sudah tiba dan sambil menunggu teman-teman, Barjono, Agus, Kananto dan Isnawan shalat maghrib di basement. Ndilalahe,...Isnawan kebagian shalat agak belakangan sehingga ketika rombongan jamaah shalat berikutnya mau dimulai, lha kok Isnawan didhapuk jadi imam shalat. Agus, Barjono dan Kananto nunggu di luar musholla sambil cekikak-cekikik ngomongne Isnawan, "Iso ora Isnawan dadi imam....!!". Selesai mengimami, Isnawan keluar mushalla sambil mesam-mesem, langsung digarapi sama Kananto, "Wan....!!!, elingku mbiyen kuwi kowe moco Al-Fatehah wae ora iso, lha kok saiki dadi imam shalat....??". Kami semua ngguyu cekakan, apalagi Isnawan setelah itu cerita kalau tadi ketika mengimami shalat, di dalam mushalla ada yang kesurupan. Barjono nyeletuk, "Wan,...sing mbok woco iku do'a opo mantera, kok nggawe wong kesurupan..".

Singkat cerita, setelah itu kita ambil menu makanan,..., kemudian bergabung Abdurrahman, Ari Gunawan, Basuki dan terakhir Abdul Hamid Dipopramono (Dipopramono, ketika itu sering diplesetkan dengan Dipolomarjo, sekarang aktif sebagai penggiat demokrasi dan Jurnal Nasional, disamping aktivitas lainnya yang seabreg). Terasa sekali suasana keakraban di antara kita yang sudah pisah puluhan tahun sehingga waktu berjalan dengan begitu cepat.

Dari pembicaraan kami yang menjurus ke hal serius, terbetik keinginan untuk mengusulkan agar reuni berikutnya bisa diadakan tahun 2009. Karena apa ? Reuni kemarin, walaupun pelaksanaannya cukup sukses, ..... masih cukup banyak yang tidak bisa datang dengan berbagai alasan. Masih banyak sekali balung-balung yang terpisah belum bisa disatukan. Diharapkan, dalam waktu kira-kira 11 bulan ke depan ini kita bisa sedikit demi sedikit hunting/melacak keberadaan teman-teman untuk bergabung. Akhirnya kami sepakat menulis sebuah petisi Jakarta untuk diusulkan kepada panitia inti di Yogyakarta agar pelaksanaan reuni berikutnya diadakan tahun 2009, waktu H+3 setelah lebaran. Harapan kami yang di Jakarta, dengan gerakan ALUMNI GET ALUMNI selama 11 bulan ke depan ini, mudah-mudahan reuni 2009 bisa mengumpulkan alumni patbhe-1979 sebanyak-banyaknya. Nah...., setelah itu bisa saja reuni berikutnya diadakan setiap 2 tahunan.

Suwe ora jamu..
Jamu godhong telo...
Suwe ora ketemu.....
Ketemu pisan ora suwe....

Banyak yang merasakan belum tuntasnya reuni 3 Oktober 2008, dalam arti,.... belum selesai kangen-kangenan tetapi reuni begitu cepatnya berakhir. Ada yang kemudian dilanjutkan di malam harinya, ada yang langsung balik ke tempat masing-masing.

Berdasarkan aspirasi teman-teman di blog ini maupun di milis, sudah ada yang ngebet kepingin ketemu teman-teman yang kemarin tidak datang, ada yang nanti pada reuni mendatang akan mendemonstrasikan penemuan obat perut kembung berbahan dasar santan, minyak kayu putih dan vicks (uhhh..!! huebat tenan iki), ada yang minta ceramah tentang menopause di acara reuni, .... dan ada juga yang penasaran dengan keistimewaan sapi Australia (opo hubungane sapi Australia karo reuni ...?!!)

Kami bubaran sekitar jam 22.00, dengan harapan aspirasi alumni di Jakarta bisa menjadi masukan reuni yang akan datang. Mari kita diskusikan masalah reuni ini dengan memberikan komentar di bawah ini, lewat chat-box yang ada ataupun lewat milis.

BRAVO PATBHE-1979

video

Selasa, Oktober 28, 2008

12 Langkah Awal Menurunkan Berat Badan Anda

Ya...!!, foto di atas memang bukan kontes perut buncit yang diselenggarakan dalam rangka menyambut hari Soempah Pemoeda 28 Oktober 2008. Foto di atas adalah deretan perut sebagian teman-teman kita sendiri (untuk sekedar ilustrasi saja), yang kelihatannya melambangkan "tingkat kemakmuran" seiring dengan meningkatnya karir maupun umur. Tapi dari segi medis, hal itu barangkali bisa dikatakan sebagai "kegagalan manajemen perut". Kenapa ?. Mungkin tidak perlu saya jelaskan di sini saya yakin sudah pada ngerti semua.

Banyak para ahli mengatakan bahwa "awal mula sebagian besar penyakit diawali dari masalah perut". Bagi orang-orang yang semakin meningkat usianya mendekati "batas psikologis" 50 tahun seperti angkatan kita, masalah perut bermuara kepada problem berat badan yang sudah jauh dari ideal. Berikut ini artikel mengenai bagaimana menurunkan berat badan yang diambil dari www.dennysantosa.com.

---------

Setelah mengamati banyaknya pertanyaan yang masuk ke www.dennysantoso.com dengan topic yang sama yaitu kesulitan menurunkan berat badan. Banyak yang bertanya harus olahraga seperti apa? Diet harus seperti apa? Koq saya sudah melakukan diet bukannya berat turun tapi saya malah kena maag, dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan serupa lainnya. Beranjak dari masalah yang sama, saya mencoba memberikan langkah-langkah awal yang harus diperhatikan dalam menurunkan berat badan kita :

1. Catat status awal tubuh Anda, ukur lingkar pinggang, paha, lengan dan dada Anda. Timbang berat Anda, dan sebisa mungkin cari tahu berapa persen kadar lemak d tubuh Anda. Hal ini sangat penting untuk mengukur kemajuan usaha kita dan mengevaluasi apabila ada kekurangan.

2. Tentukan goal yang realistik seperti turun 2-3k g pada bulan pertama. Jangan berharap turun 10-15 kg dalam bulan pertama. Semakin realistik goal Anda, dan ketika Anda berhasil mencapainya, motivasi Anda akan lebih kuat untuk melakukan langkah-langkah berikutnya.

3. Mulailah berolahraga. Apapun olahraganya lebih baik daripada tidur di rumah. Untuk Anda yang ingin menurunkan berat badan, Anda harus benar-benar bisa menginvestasikan waktu Anda untuk mencapai goal. Jangan bilang tidak punya waktu tetapi ingin berat tubuh turun. Seperti orang bilang saya ingin membeli mobil tetapi saya tidak punya waktu untuk bekerja. Anda harus bekerja keras untuk mencapai impian Anda bukan? Bagaimana cara mengatur waktu, itu saya serahkan kembali ke masing-masing individu karena setiap orang memiliki jadwal dan prioritas yang berbeda-beda. Olahraga apa yang membakar lemak? Semua ada di www.dennysantoso untuk detailnnya. Saran saya, berlatihlah dengan angkat beban dan akhiri dengan cardio di atas treadmill. It's the best. Satu lagi, usahakan Anda benar-benar serius dalam berolahraga, jangan hanya bergabung ke gym untuk duduk-duduk sambil ngobrol dan sesekali mengangkat beban. Bayangkan kalau Anda sedang shooting untuk membuat video olahraga yang akan dijual ke masyarakat luas. Bayangkan kalau Anda membeli video itu untuk dipelajari dan diikuti. Kalau model di dalam video itu malas-malasan dan cuma ngobrol saja. Apakah Anda akan puas meniru video itu?

4. Kita lihat ulang makanan Anda. Bagian ini adalah yang terpenting. Berapa kali Anda makan dalam sehari? Banyak yang diet dengan 'mengurangi makanan' padahal seharusnya mereka 'mengurangi kalori'. Kurangi kalori Anda, sebagai contoh, dari 2500 kalori sehari, sekarang Anda makan hanya 2000 kalori. Itu lebih baik daripada Anda turun dari 2500 kalori menjadi 1000 kalori. Kekurangan kalori akan membuat tubuh Anda masuk ke mode bertahan hidup (kurang gizi), sehingga dia tidak akan mau membakar lemak. Sama seperti ketika Anda boros uang ketika penghasilan Anda tinggi, tetapi ketika Anda dipecat dari perusahaan, apakah Anda akan seboros ketika berpenghasilan tinggi? Tentunya Anda akan berhemat kan? Sama seperti tubuh, ketika kurang makan, maka dia akan menghemat pembakaran energi di tubuh Anda. Hasil akhirnya, mengurangi makanan terlalu drastis tidak akan bisa menurunkan berat badan Anda. Berapa kalori yang harus Anda konsumsi? Untuk garis besarnya, Anda bisa lihat di www.dennysantoso.com, coba hitung kebutuhan kalori Anda melalui program BMR di sebelah kanan agak bawah. Tubuh menurunkan metabolismenya bisa kita amati secara jelas ketika kita mencoba mengurangi makan, dari 3x menjadi 2x sehari. Pada awalnya kita akan merasa lapar, tetapi setelah berjalan 1-2 minggu, kita akan terbiasa, dan tidak akan lapar lagi walaupun kita makan cuma 2x sehari. Rasa lapar menghilang adalah tanda bahwa tubuh membakar kalori lebih sedikit lagi. Semakin lama kita lakukan hal itu, tubuh kita akan semakin beradaptasi dan berat tidak akan turun.

5. Makanlah 5-6x sehari. Biasa orang normal makan 3x sehari, tetapi pada kenyataannya, tubuh kita di design untuk makan lebih dari itu. Ketika kita sarapan jam 7 pagi dan makan jam 1 siang. Kita akan merasa lapar jam 10. Begitu juga jam 1 siang kita makan, dan makan malam jam 7 malam. Sekitar jam 4 sore kita juga sudah merasa lapar. Lapar-lapar itu biasanya kita isi dengan junk food. Junk food adalah makanan dengan kalori tinggi tetapi tidak mengenyangkan, inilah yang menjadikan kita gendut. Nutrisinya sangat minim tetapi nilai kalorinya sangat tinggi. Isilah waktu snack ini dengan snack yang bergizi tinggi, misalnya apel + susu skim. Atau kacang almond dengan apel. Sehari makan 3x dengan snack 3x sehingga total adalah makan 6x, itu lah cara yang pasti untuk membuat metabolisme kita tetap stabil dan akan membakar lemak lebih cepat. Ketika tadi Anda menurunkan kalori dari 2500 ke 2000 saja, bagilah 2000 kalori menjadi 6x makan. Sekali lagi, Anda mengurangi kalori untuk menurunkan berat badan, bukan mengurangi frekuensi makan.

6. Pilihah makanan yang seimbang, jangan menganaktirikan atau mengharamkan salah satu jenis nutrisi. Lemak harus dikonsumsi tetapi pilihlah lemak baik seperti kacang-kacangan, ikan, advocado, olive oil atau canola oil. Gunakan suplemen seperti omega 3 untuk membantu melengkapi lemak baik Anda. Lemak sangat diperlukan untuk melarutkan berbagai vitamin, lemak juga diperlukan untuk kestabilan hormon tubuh.

7. Makanlah protein dalam jumlah yang cukup. Sumber-sumber protein adalah ayam, ikan, daging, tahu, tempe, telur (putihnya), kacang-kacangan. Apabila Anda benar-benar ingin menguruskan tubuh, jumlah protein ini harus cukup tinggi.

8. Ternyata masih banyak sekali orang yang tidak tahu apa itu karbohidrat. Karbohidrat adalah sumber tenaga utama kita yang bisa memberikan energy spontan di tubuh kita. Untuk menurunkan berat badan, tentunya kita harus tahu, bahwa selama tubuh kita masih menggunakan karbohidrat sebagai sumber tenaganya, maka tenaga dari lemak adalah cadangan saja. Cadangan tidak akan dipakai selama energy utamanya masih ada. Jadi pengurangan karbohidrat pada umumnya sangat berhasil membantu menurunkan berat badan. Jangan mengganti nasi dengan mie, itu adalah mubasir, karena keduanya sama saja. Yang perlu diketahui adalah karbohidrat paling penting adalah ketika kita setelah selesai berolahraga. Anda harus mengkonsumsi karbohidrat di waktu setelah selesai olahraga. LANGSUNG. Setelah itu, pagi hari juga boleh tetapi gunakan jenis-jenis karbohidrat yang baik.

9. Kenalilah jenis-jenis karbohidrat yang baik. Karbohidrat yang baik adalah yang lambat diserap oleh tubuh. Biasa dikenali dengan index glikemiknya. Anda bisa membuka situs www.sportindo.com/food_nutrition/nutrition_info.php untuk daftar glikemik index dari karbohidrat. Untuk diet, konsumsilah karbohidrat dengan glikemik index 55 ke bawah. Di atas itu boleh Anda konsumsi hanya setelah latihan, tetapi index glikemik yang sangat tinggi, sebaiknya tidak Anda konsumsi sewaktu Anda berdiet. Gula termasuk berglikemik index tinggi, jangan menggunakan gula untuk memasak. Gantilah dengan gula tropicana atau stevia.

10. Konsumsilah serat. Anda lebih baik mengkonsumsi apel buah daripada apel yang diblender menjadi jus apel. Proses blender membuat serat apel hancur. Makanlah juga sayur-sayuran. Serat sayur berfungsi untuk memperlancar saluran pencernaan Anda, juga membantu supaya penyerapan dari kalori Anda semakin lambat.

11. Minumlah air yang cukup. 2.5 liter per hari adalah wajib.

12. Ketika membeli makanan atau biskuit, selalu perhatikan nilai kalorinya dan lain-lain. Anda tidak ingin menghancurkan diet Anda kan? Perhatikan juga label makanan yang Anda beli. Jangan mengkonsumsi High Fructose Corn Syrup karena ini memiliki index glikemik yang sangat tinggi. Juga perhatikan jangan ada hydrogenated vegetable oil. Hydrogenated adalah proses untuk membuat oil menjadi padat. Dan hal ini akan merusak metabolisme Anda. Contohnya adalah margarine dan butter. Hindari sebisa mungkin. Beberapa produk sudah menuliskan NO TRANS FAT. Mereka sudah semakin tahu bahwa trans fat sangat jelek untuk tubuh.Setelah memberikan detail yang cukup panjang ini, coba analisalah lagi kegiatan Anda, makanan Anda, apakah Anda sudah melakukan hal-hal seperti di atas?

----------

Begitu banyak orang yang mencari tahu bagaimana caranya menurunkan berat badan, tetapi apabila diberikan langkah-langkah seperti diatas, mereka cuman menganggap sepele, seperti misalnya minum air 2.5 liter perhari. Banyak yang berpikir apa hubungannya air dengan berat turun? Atau ada yang berpikir saya sudah minum banyak, tetapi kenyataannya mereka masih kurang banyak. Saran saya, pertahatikan benar-benar untuk langkah-langkah diatas. Itu adalah ringkasan yang paling sederhana yang bisa saya berikan untuk membantu Anda menurunkan berat badan tubuh. Apabila berat Anda belum turun juga selama ini, coba cek 12 langkah ini, pastikan tidak ada yang terlewati. Semoga membantu.



Jumat, Oktober 24, 2008

Kuliner Ngayogyakarta Hadiningrat

Bagi alumni patbhe-1979 yang sudah lama meninggalkan Yogya dan jarang pulang, ...apalagi bukan asli "wong" Yogya, pasti akan terheran-heran melihat perkembangan kota yang eksotik ini. Kota ini, selain masih menyandang predikat sebagai kota pelajar, juga menjadi salah satu tujuan favorit wisata kuliner. Banyak orang mengakui bahwa Yogyakarta itu surganya kuliner. Aneka makanan dan minuman tradisional asli dari berbagai daerah, bersanding dengan aneka masakan modern dari mancanegara. Makanan-makanan khas Yogya maupun daerah lain/mancanegara tersebar di restoran-restoran mewah, restoran tradisionil, warung kampung, warung kaki lima sampai angkringan. "Mak Nyuss....!!!!" kata Mas Bondan, itulah simbol cita rasa dan kelezatan kuliner yang banyak di jumpai di kota tercinta ini.
Di bawah ini sebagian dari surga kuliner khas Yogyakarta :
NASI/MIE GORENG
* Pak Pele, Pojokan Alun-alun Lor
* Depan Pasar Kolombo, Jl. Kaliurang Km 7.5
* Nasi Goreng Batas Kota, Depan Gedung Wanita
* Mie Goreng Depan Kadin, Depan Bioskop Permata
* Mie Goreng, Terminal Terban
* Mie Goreng Pak Kribo, Depan Hotel Sri Manganti, Rahayu
* Sego Goreng Perumahan Banteng (Jl. Kaliurang masuk kekanan? terus belok utara)
* Lor Tugu (wetan/timur dalan/jalan karo/dan kulon/barat dalan/jalan)
* Bakmi Mundiyo (Jl. Ibu Ruswo pas pertigaan)
* Bakmi Pak Tris, Jl. Kemetiran Kidul, Ngebuk
* Doring, prapatan pojok beteng kulon ngalor.
* Bakmi Pak Rebo, dekat fotokopi Sambas.* Nasi goreng Depan SMA 7
* Nasi goreng Miroso wetan Galeria
* Wirosaban sebelah timur perempatan sebelum rumah sakit wirosaban, murah enak
* Nasi Goreng kambing jalan Magelang* Mie Jakarta, depan RS. Bethesda, Jl. Sudirman
SATE/TONGSENG
* Sate Samirono semua cabang
* Djono Jogja, Jl. Sagan Baru
* Tongseng Depan Masjid, Perum Purwomartani ,Kalasan
* Mlati (lapangan Mlati ngulon-ono pertigaan-cedak wit Ringin)
* Cak Kowie Ngarep Gedung wanita Tama
* Depan Dolog ( kalo’ pagi jualan nangka, cedake Darmi mangkal)
* Sate Sapi Jl. Godean ( Perempatan Ring Road PM Demak ijo ngulon terus-ngarep POM BENSIN )
* Sate Sapi Kota Gede - Alun-alun Karang, Kotagede (yang pertama) atau saudaranya, timur Toms Silver, pertigaan ke kota gede ke kanan(dari arah terminal Umbulharjo).
* Sate Ngaglik di depan kec, Ngaglik Jakal km. 9
* Sate Meduro Cak Fa’i, jalan Sultan agung, cedak protelon bangjo jalan Taman Siswa
* Pak Udin, depan Pabrik Cerutu Tarumartani* Pak Udin, Taman Garuda, seberang Hotel Garuda
* Sate Pak Amat, Jl. Sultan Agung
* Sate Padang, depan Hotel Century, dekat tapal batas Yogya
* Lidah Kambing Goreng, Jl. Kaliurang Km 7 - pasar Colombo
SOTO-SOTO
* Soto Sulung Cak H. Kowie, Depan Gedung Wanita
* Soto Sulung Umbulharjo
* Soto Kudus Mandala Krida
* Soto Pak Soleh, Jl. Gampingan/Tegal rejo
* Soto Gamping (pertigaan gamping-ring road barat, ke barat sedikit terus ke utara, pokoke ning kulon rel sepur tengah sawah)
* Soto Taman sari
* Soto Sawah (Mirota Godean Ngidul)
* Soto Sulung Stasiun Tugu (iki soto sulung pertama di Jogja!)
* Soto Pak Marto dekat perempatan TamanSari Yk dan semua cabangnya.
* Soto Pak Tembong, perempatan Apotik Hayam Wuruk (Bausasran)
* Soto Ayam Pasar Kembang
AYAM GORENG/PECEL LELE
* Ayam Goreng Suharti
* Wartend pinggir selokan dekat Pos Polisi UGM
* Wartend deket Biologi, UGM
* Wartend Depan Menwa IAIN
* Ninit, Jl. C. Simanjuntak.
* Wartend depan Pertanian UGM
* Ayam Goreng Suka-suka, Jl. Kaliurang Km 6 Wetan Ambarukmo (Wetan Saung Kabayan mlebu ngalor)
* Ayam Goreng Mbok Sabar, Jl. Jagalan
GADO-GADO/LOTEK
* TETEG, bawah Jembatan layang (sekarang pindah seberang jalan, dekat Kantor Golkar)
* Depan Pabrik Cerutu, masih satu Jalan dengan Gado-gado Teteg
* Lotek Juara Indonesia, Pojok seberang PT. Sarihusada
* Lotek Depan Jalan Masuk samping UPN
* Lotek, dekat Radio GERONIMO
GUDEG
* Gudeg Campur Sari , Batas Kota
* Gudeg Bu Amat Lor Selokan mataram ( Lor Kehutanan, Belakang Artha)
* Gudeg encer Depan Toko Gunung Agung Tugu (setelah jam 21.00)
* Gudeg Wijilan (selatan plengkung Wijilan, nomor 2 dari arah utara)
* Gudeg Juminten, sebelah barat Tugu
* Gudeg lesehan, sebelah barat Bioskop Permata
* Gudeg Bu Tjitro, sebelah kiri, pertigaan masuk ke bandara Adisucipto
BAKSO
* Bakso Kauman, disamping perempatan kauman/nggerjen, dari arah ngasem ke Alun-alun Utara, bakso gorengnya enak.
* Bakso Cak Mahmud, Jl. Kusumanegara
* Bakso Cak Karno, Pugeran, antar Pojok Beteng Kulon dan Plengkung Gading
* Bakso urat Pak Brewok, jalan AM Sangaji
* Bakso urat PakTembong, Jl. Juminahan, jagalan
PECEL
* SGPC bu Wiryo deket peternakan
* SGPC teknik, Bulak Sumur
SIOMAY
* mang Mudi, deket perempatan Kentungan
* mang Mudi lagi, barat Auditorium Grha Sabha
* Siomay jakarta, barat Purna Budaya (Yang jualan gaul, pakai HP segala)
* Siomay depan SMP 5 (Yang jualan kembar loh)
IKAN BAKAR/GORENG
* Moro Lejar, Cangkringan, Sleman, setelah Pakem, dekat Kali Kuning itu
* Numani, Prapatan Ringroad ke arah Parangtritis/Imogiri ke selatan 500 m
* Ikan bakar Kulone Unisi kulon
* Ikan bakar, perempatan SGM kekanan (belakang bon-bin Gembiroloko)

MARTABAK TELOR/MANIS
* Didekat/samping pintu masuk Mandala Krida
* Martabak Bandung depan Gedung Wanita
* Martabak Telor puyuh depan Gardena (siang jam 10.00)
PEMPEK
* Ny. SUKAMTO, belakang/samping toko ramai
SEA FOOD
* Tio-Ciu, Jl. Sudirman, Gondalayu (dekat Hotel Santika)
* Pak Djenggot, Depan RS. Bethesda, Jl. Sudirman
LAIN-LAIN
* Bakpia Pathok 75, Jl. Pathuk
* Kepala Kakap di rumah makan Padang Jl. Diponegoro
* Teh Poci (teh, jae dan gula batu), Baratnya Galleria, Jl. Sudirman, Sagan kidul
* Angkringan nasgithel, ngarep SGO jalan mBantul.
* Lidah kambing goreng, jalan Kaliurang km7 wetan pasar Colombo. Mung bukak sore, rodo wengi sithik wis enthek.
* Juadah lan tempe bacem, Kaliurang, cedak protelon sing nek ngiwo nggone vila-vila kae lho!
* Jajanan pasar ning pasar Lempunyangan.
* Abon Di Jl. Wijilan 37 (pusat oleh-oleh) enak tenannn…ada usus goreng, intip goreng, jamur goreng..
* Ceker bakar…..!! Angkringan ngarep Menwa lan ngarep Panti Rapih
* Telor Asin, tanjakan Jl. Wirobrajan
* Aneka es krem, sebelah kanan bioskop Ratih
* Wedang Ronde, sebelah Harian Kedaulatan Rakyat
Hmmm......nyem....nyem....nyem....Mak Nyussss.....tenan..

Kamis, Oktober 23, 2008

Pertemuan Hanamasa (Bagian 2 - habis)


Lanjutan.....
Basuki sempat kasih "nasehat" sama Yuni...,"Yun...ojo suwe-suwe cedhak Kananto, mengko lamb**ne melu-melu rusak ketularan Kananto..!!". Acara berikutnya adalah buka-buka-an...lho kok parno gitu ?!, iya maksudnya Yuni mulai membuka oleh-oleh dokumentasi reuni, ...ada yang berupa foto cetakan, CD foto dan CD film. Kami buka satu-per-satu dokumentasi itu, kebetulan Barjono bawa laptop, .... habis buka CD foto, kemudian buka CD film tempoe doeloe dan film dokumenter reuni. Selesai mutar CD, semua bawaan Yuni dibagikan ke teman-teman sampai habis, walaupun ada juga yang kebagian. Tapi bagi yang nggak kebagian foto/film tempoe doeloe/film dokumentasi masih bisa di-download di blog patbhe-1979.(Yun.....!!, siapa saja yang kemarin ambil CD dicatat ya..?, ...etungane mburi wae)

Di tengah acara ini, muncul Angga...., jago-ne Yuni hasil kolaborasinya dengan rekan kita almarhum Teguh Widodo (wajahnya persis alm.Teguh), Angga dalam rangka jemput ibunda tercinta. Angga langsung didaulat untuk acara potret-memotret pakai kamera HP, ....maklum, dalam acara non resmi seperti ini mana sempat mikirin bawa tustel, ....yang penting ketemuan saja dan kangen-kangenan. Tak ada rotan, akarpun jadi, ...kamera HP-nya Yuni berfungsi sebagai tustel, hasilnya seperti gambar di blog ini. HP berkamera punya Andi Zaenal dan Wiratno juga nggak mau kalah, lagi-lagi Angga jadi tukang jepret....

Ngobrol-ngobrol selanjutnya sudah mulai "nggenah" dari pada sebelumnya yang penuh dengan "kekerasan" suaranya Kananto. Beberapa materi serius mulai diomongkan :
1. Periode Reuni : mayoritas teman usul 2 tahun lagi atau tahun 2010, waktu H + 3
2. Di reuni y.a.d ada kewajiban "nyangking" 2 teman yang kemarin belum ikut (ALUMNI GET ALUMNI)
3. Disamping reuni 2 tahunan, secara parsial dan insidentil bisa saja dilakukan acara ketemuan spontanitas, misalnya jika ada "priyayi Yogya" mau ke Jakarta, hubungi saja kita-kita yang berada di Jakarta..., yang ada waktu bisa bergabung. Sebaliknya jika ada "eksekutif-eksekutif" dari Jakarta mau ke Yogya, teman-teman di Yogya yg jadi tuan rumah. Mau diajak ke Gembira Loka (madhakne rupo), utowo ning gudheg Yu Jum lor selokan Mataram,... utowo bakmi Kadin, utowo cukup ning angkringan stasiun Tugu .....monggo kemawon !!!. Untuk acara-acara dadakan semacam itu Osso' usul pakai sistem saweran (urunan), kita semua setuju.
4. Untuk Program Peduli Alumni yang akan diadakan bulan April 2009, prinsip kita siap mendukung. Khusus untuk komunitas patbhe-1979, kita usul ada upaya mencari teman-teman yang kurang beruntung, barangkali sebagian dari rezeki kita bisa membantu meringankan mereka.
5. Karena jumlah alumni patbhe-1979 di Jakarta cukup banyak, perlu ditunjuk semacam "Lurah" untuk mengkoordinirnya. Teman-teman menunjuk Barjono sebagai "Lurah tanpa SK Gubernur DKI",... apakah ini sudah mewakili suara komunitas patbhe-1979 Jakarta...?!, ...Wallahu a'lam, ...wong namanya saja spontanitas.
Jam sudah menunjukkan pukul 22.00,...sebagian sudah pada "angop" kekenyangan dan kecapekan, kami akhirnya berpisah lagi malam itu tapi tetap "keep in contact". Satu lagi momen sillaturrahim antar anak manusia yang telah berpisah selama 30 tahun menjadi bukti kekuatan ikatan kekeluargaan yang telah ditanamkan 30 tahun yang lalu...!!!!

BRAVO PATBHE-1979
Subarjono (Lurah Jakarta tanpa SK Gubernur DKI)

Minggu, Oktober 19, 2008

Pertemuan Hanamasa, 15 Oktober 2008 (bagian 1)

(Andi Zaenal, Wiratno, Osso', Yuni, Barjono, Basuki, Abdurrahman, Kananto/jongkok)
Pertemuan ini diawali dengan rencana kedatangan Yuni untuk suatu urusan dinas di Kota Jakarta tanggal 15 Oktober 2008. Tapi, bukan namanya Yuni kalau tidak bisa memanfaatkan acara dinasnya di Jakarta. Acara dinas Yuni tersebut akhirnya di-tunggangi/diboncengi dengan acara lain, yaitu mau menyerahkan seonggok dokumentasi reuni kepada Lurah Jakarta bernama Barjono (kapan yo diangkat jadi lurah sama Gubernur Fauzi Bowo...?), untuk di-upload di blog ini maupun di milis seperti yang sekarang sudah bisa dinikmati semua rekan-rekan di manapun berada.
-----
Beberapa hari sebelum pertemuan, Yuni menghubungi Barjono kalau mau ada acara dinas di Jakarta. Ya sudah....!! bak gayung bersambut mereka sepakat untuk bikin acara di Jakarta. Dengan model komunikasi jaman dulu yang bernama "gethok tular", akhirnya teman-teman yang berdomisili di Jakarta (tentunya yang tahu nomer hp-nya) dihubungi satu-per-satu. Terkumpullah nama-nama beken di Jakarta, Basuki (sang Dirjen yang terkenal sekali ketika dulu di SMA 4Bhe menganut aliran "ONE BOOK, ONE SHOE, ONE CLOTH",...he..he....., nyuwun sewu nggih pak Dirjen..!!, beliau mau datang setelah selesai rapat penting di kantornya, ...emangnya ada ya rapat yang nggak penting..??), Agus "Christian" Sugiono (kegantengannya sekarang ditiru sama artis Christian Sugiono, dia sekarang menjadi boss pemasaran di salah satu perusahaan jasa konstruksi nasional), Kananto (kalau Brazil punya Ronaldo yang bergelar "The Phenomenon", barangkali Kananto "The Phenomenon"-nya IPA ya... ?, beliau jadi dosen di sebuah PTS), Abdurrahman (kalau lupa dengan beliau, ... barangkali ingat dengan panggilan "kecil"-nya ketika di SMA, yaitu "Onta", ... beliau punya hidung yang paling mancung di SMA 4Bhe) dan Prima Evita (dokter kecil yang dulu salah satu anggota 'geng motor' INTIYUCYTA..., mantan boss di sebuah RS di Jakarta).Berita rencana pertemuan yang diekspose di milis akhirnya "bocor" juga ke teman-teman lain. Menjelang hari H, ada kesediaan bergabung dari Unggul Santoso Koediono (panggilannya nge-"pop"-nya Osso', si ganteng yang pinter nyanyi keroncong, jaman dulu sama Bu Heru kalau bicara sudah cas-cis-cus pakai "coro" Inggris, sekarang jadi bussinesman yg sering kluyuran di negeri jiran dan sekitarnya), Wiratno (geologist satu ini dulu termasuk pendiam, tetapi sekarang sudah jadi boss tambang nikel di Maluku Utara sana...), Andi Zaenal (asli dari Makassar, ke-"katrok"-annya berbahasa Jawa sering dimanfaatkan rekan-rekannya yang usil dengan disuruh memperkenalkan dirinya sebagai "kulo segawon", tapi arsitek satu ini yang gelar akademiknya "kebak ngarep mburi" sekarang menjadi boss di Kementerian Perumahan Rakyat dan Indogreen Group).
-----
Beberapa hari menjelang hari H, Agus "Christian" Sugiono memberitahu Yuni kalau pada hari itu ada acara rapat mendadak di kantornya. Prima Evita juga begitu, ada acara ke luar kota. Kebetulan mereka berdua hari itu ulang tahun, jadi pas banget sama acara yang akan kita bikin. Tapi, ya sudahlah...., manusia hanya bisa merencanakan, Allah SWT yang menentukan. Yuni dan Barjono memutuskan "the show must go on" karena ada rasa kerinduan dengan rekan-rekan yang tidak sempat ikut reuni.
-----
Dengan pertimbangan lokasi "mangkalnya" Yuni di Jakarta (sekitar Jl.Pos Pengumben) dan kantornya Barjono (di daerah Cawang) maupun rumah Kananto daerah Rawamangun) yang lumayan berjauhan, akhirnya dipilih "meeting point"-nya di daerah Blok M, tepatnya RM Hanamasa di Jalan Mahakam, sebuah rumah makan gaya Jepang (Dyah Probowati pernah komentar mengenai Hanamasa, ....wong bahannya disuruh ngambil sendiri, ngrebus sendiri, bakar sendiri, kok mahal ya....??).
-----
Pada hari H dan mendekati jam J, teman-teman yang akan ketemu (Yuni, Barjono, Kananto, Abdurrahman, Basuki, Unggul Santosa/Osso', Wiratno dan Andi Zaenal) semakin berdebar-debar. Osso', Andi Zaenal dan Abdurrahman tidak ikut reuni, mereka juga sudah 30 tahun tidak pernah ketemu sama teman SMA-nya. Kami-kami ini janjian ketemuan di Hanamasa setelah maghrib.
-----
Yang pertama kali datang di Hanamasa adalah Yuni,...Yuni clingak clinguk belum ada teman yang datang, ..akhirnya diputuskan shalat Maghrib duluan. Sementara teman-teman masih "on the way" dan ada yang tersendat karena macet. Kananto ngampiri Barjono di daerah Cawang, kemudian ngampiri "Onta" di daerah Kemang. Di rumah "Onta", Kananto dan Barjono numpang shalat Maghrib, setelah shalat Maghrib masih coba menghubungi Eddy Nurcahyo untuk bergabung... tapi dia nggak bisa karena sedang dalam perjalanan ke rumah yg arahnya justru menjauhi "meeting point". Datang setelah Yuni adalah Osso', begitu landing di Cengkareng (dari negeri jiran) langsung menuju Hanamasa. Wuiiih...., kedatangan Osso' bikin heboh Yuni, mereka langsung "bertabrakan" dengan sengaja, maklum sudah 30 tahun ora ketemu. Kemudian muncul Basuki,....bapak Dirjen yang satu ini semakin semangat ikut ketemuan gara-gara dengar kalau "Onta" mau datang, sampai dibela-belain rapat dinasnya dipersingkat supaya segera bisa ketemu Abdurrahman alias "Onta". Tidak berapa lama setelah Basuki, muncul Andi Zaenal. Berikutnya muncul Barjono, Kananto dan Onta, .......bagaikan bumi bergetar, kami semua berpelukan,....haru bercampur sueneeengng banget..!!!!. Tidak sadar bahwa kami menjadi perhatian orang-orang karena hebohnya, ....tahu sendiri kalau Kananto suaranya menggelegar, yang lain juga sama saja "kemrecek" kayak burung kutilang karena sudah 30 tahun nggak ketemu. Berikutnya datanglah Wiratno, ...sehingga genaplah kami 8 orang.
-----
Karena merasa tidak enak dengan tamu-tamu lain, kami pindah meja di lokasi yang agak "mojok" posisinya sehingga obrolan lebih gayeng tanpa banyak menganggu tamu lain. Selama proses pindah ke meja lain kami isi dengan obrolan ngalor-ngidul khas orang yang sudah puluhan tahun nggak ketemu. Pertanyaan-pertanyaan khas seperti, "anakmu piro, sekolah ning endi wae", "kerjomu ning endi","omahmu ning endi","selama iki ngilang ning endi wae","bisnismu opo wae", dll ('ndilalah'-nya tidak ada yang tanya "bojomu piro"),...sudah sangat akrab di mulut kita ketika bertemu dengan sahabat yang sudah lama berpisah.
-----
Sampai di meja baru yang posisinya "mojok", omongan ngalor-ngidul-ngetan-ngulon berlanjut...bahkan tampak lebih gayeng sampai-sampai tak satupun yang mulai untuk memilih bahan makanan, bikin Shabu-Shabu atau Yakiniku padahal kita sudah di kursi masing-masing. Hanya minuman saja yang sempat dipesan ke "geisha-geisha" lokal. Yuni melihat ada "kompor" listrik dan barang seperti "rice cooker" teronggok di atas meja "nggumun", "katrok" dan "ndeso"-ne kumat lagi. Begitu "alarm" di perut sudah bunyi, satu-per-satu pada ngambil makanan untuk dibakar atau direbus.
-----
Obrolan dilanjutkan....., Kananto, seperti sudah tahu semua....orangnya "braokan", dalam pertemuan ini seolah-olah dia menemukan kembali "jati diri" Kananto yang asli seperti 30 tahun yang lalu. Kenapa ...??, selama ini dia tidak menemukan orang-orang seperti teman-teman di SMA dulu yang bisa mengikuti alur polah tingkahe Kananto, baik ketika kuliah maupun kerja. Kananto sempat cerita kejadian di reuni ketika ketemu Basuki,...setelah kangen-kangenan ngobrol cas-cis-cus sama Basuki. Begitu Basuki mengeluarkan kartu nama,....Kananto bengong kayak "kethek ketulup"."Haaaahh..!!!,.....sampeyan saiki dadi Dirjen to...?".(Tidak ada yang kasih tahu Kananto sebelumnya mengenai karir Basuki). Cocok kalau Kananto dijuluki "the phenomenon" malam itu,...gaya bicaranya yg "gobras-gabrus",ceplas-ceplos, rada saru sethihik bikin Yuni "mesam-mesem", terutama cerita ketika camping dulu (di Sanden, kelas 1 kalau tidak salah)....Kananto katanya tidak "greng" sama sekali meskipun duduk ndempet Yuni,...Barjono nyletuk, "Memang bener Kananto nggak greng tapi glek...glek...glek...!!" (kayak komik-nya Djair saja), semuanya pada ketawa.
Bersambung.....!!!!

Kamis, Oktober 16, 2008

Dokumentasi Reuni Perdana


Yogyakarta, 3 Oktober 2008

Foto-foto lainnya silahkan didownload di :

dan

Tayangan tempoe doeloe.........

Sabtu, Oktober 11, 2008

Euforia di milis

Sudah kira-kira sebulan ini teman-teman melakukan komunikasi satu sama lain via email, dimulai dari segelintir orang seperti Wahyuni, Dyah Probowati, Subarjono, Agus Sugiono, Stevanus Ary, yang intinya mengenai persiapan reuni. Sekarang komunitas email sudah berkembang menjadi 29 orang. Ada yang aktif sekali, setengah aktif sampai yang statusnya tiarap (sampai sekarang belum menyapa teman-teman, tapi mudah-mudahan sudah dibaca). Ada yang email address-nya punya sendiri, ada yang punya anaknya (kelihatan lho ...dari alamat email-nya).
Kalau dilihat dari inbox penulis, jumlah lalu lintas email dalam sebulan mencapai 200 buah (lihat gambar di atas), .... suatu jumlah yang lumayan besar untuk suatu komunitas yang baru. Artinya apa ..... ??? Ada suatu euforia di antara kita yang sudah 30 tahun ini tidak ketemu, yaitu euforia untuk saling menyapa. Kita tidak harapkan euforia ini tanpa makna, tanpa isi, tanpa ruh sehingga mudah menghilang dari ingatan kita.
Di jaman sekarang ini, kita tidak mungkin bisa saling berjabat tangan, bertemu pandang dan berbicara langsung sesering dulu, . . . . . perlu adanya jembatan atau perekat baru kita di dalam bertegur sapa. Untuk itulah, milis dan blog ini hadir ada di antara kita . . . . . . . . . . .
Putarlah lagu Kemesraan dari Iwan Fals, atau lagu Arti Sahabat dari Nidji di bawah ini, untuk sekedar mengingatkan kita betapa pentingnya sebuah kemesraan dan persahabatan di antara keluarga besar yang bernama Alumni Patbhe-1979. (Klik "Play")
(Untuk memutar lagu tersebut diperlukan program Macromedia Flash Player, bagi yang belum punya, download ActiveX Control untuk Macromedia Flash Player disini, setelah itu jalankan aplikasinya)





Jumat, Oktober 10, 2008

Ngumpulne Balung Pisah


Ngumpulne balung pisah merupakan ungkapan bahasa Jawa yang terjemahannya "mengumpulkan tulang-tulang yang terpisah". Tetapi makna dari ngumpulne balung pisah adalah menyatukan kembali keluarga, teman atau pun kelompok tertentu yang sudah terpisahkan baik oleh waktu, jarak maupun kondisi yang berbeda.

Di dalam tradisi keluarga Jawa, ngumpulne balung pisah biasanya diejawantahkan dengan cara membuat ikatan perjodohan (saling menjodohkan) di antara anak-anak mereka yang berasal dari keluarga jauh (misalnya keturunan ke 3 atau ke 4 dan seterusnya). Dengan adanya ikatan perkawinan di antara anak-anak mereka, mereka merasa dan menganggap bahwa balung yang terpisah sudah dipersatukan kembali sehingga membangun keakraban baru di antara keluarga jauh tetapi berasal dari satu garis keturunan.

Filosofi ngumpulne balung pisah tetap relevan untuk diterapkan untuk semua orang, semua komunitas, organisasi dan lain sebagainya, termasuk alumni 4Bhe lulusan 1979.

Blog ini adalah sebuah obsesi, obsesi kecil dan sederhana untuk sekedar bisa kembali berkomunikasi diantara sesama anggota keluarga yang sudah tersebar dan terputus benang persahabatan. Nostalgia lama tentang sebuah harmoni persahabatan selalu saja mengusik untuk kembali menghidupkan “rumah penampungan” yang kita sebut SMA 4Bhe, Jalan Kridosono, Yogyakarta. Ini adalah sebuah semangat untuk membangun kembali keakraban. Selalu saja terlintas dalam hampir setiap benak orang-orang yang pernah menghidupkan api semangat persahabatan untuk kembali membangun sebuah keluarga yang harmoni, keluarga Alumni Patbhe-1979.
Blog ini adalah sebuah persembahan, persembahan yang barangkali tidak begitu berarti. Tapi bagi kita ini bisa memberi sebuah semangat, api kecil yang mengalir dalam darah, menyeruak ke pembuluh nadi dan menggerakkan saraf tubuh untuk kembali menjabat orang-orang yang terpayungi dalam satu korps yang bernama Alumni Patbhe-1979. Sebuah korps yang seharusnya membuat kita bangga karena dapat bersatu kembali setelah 30 tahun berpisah.
Blog ini adalah sebuah mimpi, mimpi untuk kembali merajut “benang-benang asmara” diantara Patbhe-1979ers yang saat ini tersebar di seluruh bumi Indonesia, bahkan di negara lain. Batas-batas yang tak mungkin terlewati secara fisik karena banyak keterbatasan, menjadi tidak berarti dengan blog ini. Sebuah ikatan dapat terjalin kembali dengan sangat mudah dan kuat melalui media yang tak pernah tidur ini.

Reuni Perdana (6 - Habis)

Pak Coyo, beliau adalah guru Biologi, sampai sekarang Alhamdulillah kondisinya masih segar bugar walaupun sudah "ngunduri sepuh". Kalau kita boleh flash back sebentar mengenang beliau, banyak teman-teman IPA yang dulu gemetaran setiap beliau masuk kelas; apalagi kalau pas mau ulangan. Gaya mengajar beliau yang "setengah cuek" tetapi konsisten telah membentuk image beliau sebagai guru yang tegas dan berwibawa, tapi asumsi ini hanya berlaku bagi teman-teman yang menyukai pelajaran Biologi. Bagi teman-teman yang tidak menyukai pelajaran Biologi, barangkali beliau termasuk sosok yang menakutkan (....maafkan Pak Coyo kalau muridmu ini lancang). Di bawah ini foto beliau dengan Erizal Sodikin Murod, teman kita dari Palembang yang menjadi atase pertanian di negerinya Alessandro Del Piero sana. Kita do'akan beliau supaya tetap segar bugar dan penuh limpahan rahmat dari Yang Maha Kuasa. Amin

Dan ini reportase Dyah Probowati yang terakhir.......

Hari sudah sore menjelang senja, tetapi sebetulnya belum ada yang mau beranjak pulang, .. memang ada beberapa yang sudah mendahului pulang disebabkan karena ada acara keluarga yang lebih penting. Ibu Heru dan Ibu Emi sudah mendahului pulang, Basuki juga sudah beranjak karena harus ke Cilacap menghadiri perkawinan saudaranya, dan Akhsin yang datang dengan keluarga langsung dari Nganjuk juga sudah meninggalkan tempat berhubung ibu Akhsin ada acara di Purwokerto.

Acara terakhir adalah IKRAR HALAL BIL HALAL KELUARGA BESAR ALUMNI SMA N 4 B ANGKATAN 1979 BERSAMA BAPAK/IBU GURU yang dipimpin oleh Herwanto. Herwanto ini sekarang dinas di Trantib Pemda DIY, yang kemana-mana selalu menenteng Handy Talky .. siap selalu menerima tugas dari juragannya ( .. Inget ya Her, kalo mengusir PKL jangan serem-serem ....) .....

IKRAR SYAWALAN :

”Dengan mengharap ridho, rahmat dan ampunan Allah SWT, kami yang hadir di tempat ini menyadari dengan sepenuh hati bahwa pada hari ini, dengan penuh rasa keikhlasan untuk saling memaafkan dan menghalalkan semua dosa, kesalahan dan kekhilafan, baik perkataan dan perbuatan baik yang sengaja maupun tidak sengaja, baik lahir maupun batin, bersama ini pula kami akan tetap melestarikan tali silaturahmi keluarga besar alumni SMA N 4 B Yogyakarta, khususnya angkatan tahun 1979. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan bimbingan, rahmat dan hidayahNya kepada kita semua. Amin".

Selesai berikrar, kami semua mulai dari guru satu persatu bersalaman hingga semua alumni ikut bersalam salam bermaaf maafan ...

”SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1429H, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

Satu persatu baik guru maupun alumni keluar ruangan satu persatu untuk menerima bingkisan berupa sebuah Mug Cantik bergambar Tugu dan simbol Alumni 79 dari Panitia, serta satu tas kecil sponsor dari rekan kita yang tidak bisa hadir yaitu Stevanus Ary Subyaktiarto berisi produk dari BUMAS, Coconut Cream Atau Santan Kelapa Murni yang punya keistimewaan tanpa bahan pengawet, bebas kolesterol, tanpa pengental dan 100% homogen-tidak memisah, CS : 021-56969501.

..... rasa sayang, rasa cinta tidak dapat diketahui kedalamannya sampai pada saat perpisahan .... (Khahlil Gibran).
Inilah yang terjadi, bahwa ternyata selama kita bersama selama 3 tahun di SMA 4 Bhe dengan segala suka dan duka, sedih dan gembira, tawa dan tangis, marah dan benci serta kenakalan-kenakalan yang ada ... kemudian berpisah selama hampir 30 tahun, dan baru tanggal 3 Oktober 2008 bertemu ... betul-betul rasa sayang rasa cinta antar teman .. sangat .. sangat terasa berat pada saat akan berpisah...

Menjelang senja, kita mulai harus berpisah .. tetapi di tempat parkir kita masih saling berdiri, bercanda, ngobrol kesana kemari .... beberapa teman dengan berat hati harus meninggalkan tempat tersebut ..tapi masih banyak juga yang masih saling tunggu .. dan akhirnya ada beberapa teman yang melanjutkan pertemuannya sampai malam .. juga ada yang pulang dahulu dan dilanjutkan malam harinya sebelum betul-betul berpisah untuk kembali melanjutkan kehidupan pribadi masing-masing ....

Selamat jalan teman ... hati-hati di jalan, selamat sampai tujuan ....... dan semoga Tuhan masih mempertemukan kita dalam kondisi yang semuanya lebih baik lagi ...........

.... Dengan berat hati juga, malam ini kuakhiri berita Syawalan dan Reuni 4Bhe’79 .........
.... Mohon maaf kalau seandainya ada kata-kata dalam penulisan tersebut diatas yang menyinggung perasaan teman-teman semua ... sekali lagi mohon maaf ....

.... Sampai ketemu ...

.... Salam buat Keluarga semua,

Dyah Probowati

Kamis, Oktober 09, 2008

Reuni Perdana (5)


Ada teman kita yang sangat bersemangat sekali ikut reuni, yaitu Unggul Santosa Koediono, rumahnya di Kotabaru, pinter nyanyi keroncong. Saya katakan sangat bersemangat indikasinya adalah dari jumlah email-nya di milis yang mungkin paling buanyaaakkk dalam rangka merespon reuni ini dengan sangat antusias. Sayang sekali beliau sedang melakukan business trip ke Singapore dan Kualalumpur sehingga nggak bisa datang.

Berikut lanjutan reportase Dyah Probowati......

Setelah obral bingkisan atau doorprice, acara dilanjutkan dengan nyanyi-menyanyi. Biduanita kita tempo dulu jaman SMA menyanyi dengan suara yang masih sangat merdu dan ternyata memang tidak hanya ”piawai” bermain keyboard aja ... siapa dia ... semua orang juga sudah kenal .. siapa lagi kalau bukan Elza Ismail. Ketua Panitiapun juga tidak mau kalah untuk unjuk kebolehan menyanyi ... dengan gaya agak ke”Elvis Presley”2an Rio membawakan lagunya orang ’bule” .. wah, pokoknya seru tepuk tangan bergemuruh memenuhi ruangan yang makin bergelora .... (kapan ya diadakan patbhe’79 Ideot ... eh keliru .. patbhe’79 Idol maksudnya ??!!!) ...

Acara tidak sampai disitu saja, acara yang ini kayaknya yang ditunggu-tunggu banyak orang ... apaan tuch .... ooooh ternyata dangdutan.
Dengan lagu ”Terajana”nya Haji Rhoma Irama yang dinyanyikan 2 MC cantik, ternyata banyak juga yang langsung meninggalkan kursi untuk bergabung menggoyang panggung .. Mulai dari alumni sampai guru-gurupun darahnya semakin menghangat bahkan memanas .. keringat mulai pada bercucuran, inipun tidak menjadi halangan untuk tetap bergoyang mulai dari menari dangdut yang seperti ular kepanasan, cha-cha dut sampai yang hanya tepuk-tepuk tangan. Sebetulnya semua ingin ikut berdangdut ria, tetapi berhubung panggung yang sempit banyak juga yang hanya menonton dari kursi masing-masing tetapi tangan dan kakipun tetap ikut bergoyang menyesuaikan irama musik dangdut. Lucy, Susi, Yuni, Anna, Elza, Pak Prabowo, pak Yatno, Pak Fikri, Eddy Susilo, Barjono ... dll, wah susah mengingatnya lagi .. pokoknya lebih banyak lagi yang ikut bergoyang dangdut, kecuali nanti kalo film dan foto dokumentasinya sudah jadi, baru bisa dilihat siapa-siapa yang berdangdutnya yang mulai dari yang ”kalem”, yang ”1/2 hot” , yang ”hot” sampai yang ”hot sekali” .... (kapan-kapan kalo ada acara lagi, panggung sempit harus menjadi perhatian panitia nich .. karena walau para alumni banyak yang berwajah ”rock” tetapi ternyata mentalnya tetap ”dangdut” .. he..he ..jangan marah yaaa ... itu musik kita koq .. daripada selak di ”paten”kan oleh orang lain).

Dari acara “berdangdut ria” , ada alumni yang tidak kalah senangnya, walaupun dia tidak ikut ”berdangdut ria” tetapi lari kesana-kemari, agak membungkuk, ”jinjit” dll ..bergaya bak ”fotographer profesional” adalah adikku tersayang Wuriyanto Marso .. (sayang ya Wur, papi mami & kakak kita ga ada ..si”papi” jauh di negeri orang, ga mau komentar juga di sini .. si ”mami” berlebaran di pulau seberang dan si”kakak” mudik terima lamaran ... ooh nasib) . ... Untuk mengingat Wuriyanto Marso dia kecil, badan sekarang agak gendut dikit (maklum .. orang pajak .. kalau gak gendut ..”apa kata dunia!!!” ), wajah selalu tersenyum dan senyumnya manis sekali semanis orangnya yang hitam manis (.. tapi kalau manisnya hilang .. tinggal hitamnya, gimana ya Wur ?? .. Jelek ’kali ya ..he..he..)

Acara Penayangan Foto Kuno, juga tidak kalah menariknya ... wajah-wajah ”ndiwek” (pinjem istilahnya pelawak Asmuni srimulat) muncul satu persatu dalam bentuk potongan wajah : Ari Gunawan, Jarot, Eko Nur Asmoro, Doddy Widyananda, Ary Subyaktiarto, Isnawan, Priyo Tamtomo, Oso’, Zulfikar, Yuni Pri, Nur Subiyanto, Kananto, Ita Prima, Decky (namanya?), Indri, Retno, Wiwiek Widanayati, Susi, Nining, Dany Farlas, Dwi Astuti, Sentot, Rachman, Lucy, Tiwi, Yuni, Tony Rifiyanto, Retno Bendi, Rio, Hartoko ...( wealah, Dyah koq ga ada yaaa .... tidak berwajah ”ndiwek” sajak-e ..he..he.. ngalem awake dewe, soale ga ada yang ngalem). Kemudian fotofoto bersama al. Foto Upacara pake pakaian coklat-coklat, Lomba Paduan suara, kartinian, foto perspisahan dan foto lomba folksong antar kelas. Dengan iringan lagu ”nostalgia SMA”nya Paramitha Rusady menambah suasana berubah betul-betul menjadi seperti tahun tujuh-puluhan. Kemudian dilanjutkan klip kondisi Jogjakarta, mulai dari stasiun Tugu, Tugu, SMA 4 Bhe ( .. yang sekarang jadi SMA N 3) di Kridosono, sepanjang malioboro dan Gunung Merapi dengan iringan lagu ”Jogjakarta”nya KLA Project. ..... Wah, betul-betul kita merasa dibawa kembali ke jaman waktu masih remaja masih sekolah di SMA. Seperti syar lagu ”Nostalgia SMA”nya Paramitha Rusady, dibawah :

NOSTALGIA SMA

Kau bercanda lucunya ..
yang lainpun tertawa
Seakan saja cerita dan canda kita tiada habisnya ..

Ada yang saling cinta ..
bermesra di sekolah
Slalu berdua berjalan di sela-sela rumput sekolah kita..

Oh indahnya ..

Nostalgia SMA kita
Indah lucu banyak cerita
Masa-masa remaja ceria masa paling indah

Nostalgia SMA kita
Tak kan hilang begitu saja
Walau kini kita berddua menyusuri cinta ...

(lagu ini dapat didownload lewat Youtube)

Semua ini adalah karya Yogi, putra ke 2 dari pasangan Yuni dengan Teguh Widodo, yang pada waktu acara syawalan dan reuni dia paling sibuk nenteng Handycam untuk mengabadikan sepak terjang dari rekan-rekan 4Bhe-79. Anaknya cakep berkulit kuning, imut-imut, kuliah di Komunikasi UPN “Veteran” Yogyakarta tingkat akhir … nah siapa yang berminat mau menjadikan menantu … silahkan hubungi sendiri ibu Yuni …

Eh ya, ada yang kelupaan, …. setelah membaca teks lagu nostalgia SMA, ternyata memang kata-kata tersebut cocok sekali karena dari angkatan kita aja sudah menghasilkan 3 pasang yang telah berikrar menjadi suami istri. ….
Tapi sayang, satu diantaranya sudah dipanggil Allah SWT yaitu teman kita Teguh Widodo, kita semua ikut prihatin.. berita itu begitu mengejutkan kita semua .. bagai halilintar di tengah hari yang terik,..... tetapi semua kehendak Allah SWT, dan ...
Segala kehendakNya adalah adil dan baik, hanya kita tidak mengerti akan rahasia yang tersembunyi dibalik peristiwa itu. Percayalah Kepada Allah SWT, serahkanlah segalanya kepada Allah SWT, .. segala kedukaan yang tampak ini adalah mimpi belaka seperti gelembung-gelembung sabun yang setiap saat akan meletus dan lenyap. (diambil dari catatan Bapak Soebiman).

Teman-teman yang sudah mendahului kita menghadap Sang Pencipta adalah Achmad, Paulus dan Arsena (Achpasena) yang meninggal waktu naik gunung, Mujiharto, Zulfikar, Bambang Sugeng dan Teguh Widodo, .. marilah kita mengheningkan cipta sejenak dan kita do’akan bersama semoga mereka Chusnul Chotimah dan mendapatkan tempat yang layak disisi Allah SWT serta bagi yang ditinggalkan dapat tabah dan tawakal. Amin.

bersambung …………………………………………

Rabu, Oktober 08, 2008

Reuni Perdana (4)

Luar biasa.....!!!, produktivitas saudari reporter reuni patbhe-1979 patut diacungi jempol, Admin sampai "keponthal-ponthal" memuat laporan pandangan mata & telinga untuk acara 3 Oktober 2008 kemaren. Bayangkan saja, ....... seri 3 baru naik tayang tadi malam, ehhh...ehhhh, laporan yang dibuat Dyah Probo sudah nongol sampai seri 6.
Berikut lanjutan laporannya........
Dalam acara ini, juga ada pembagian doorprice sumbangan dari jeng Retno Setyowati yang sekarang di dinas pertanian propinsi DIY, rekan kita ini walaupun tidak datang tetapi yakinlah bahwa hatinya tetap berada di tengah-tengah kita-kita yang hadir di acara tersebut. Juga ada tanda mata dari teman kita Stevanus Ary Subyaktiarto, untuk mengingatkannya Ary ini orangnya waktu itu (soalnya kondisi sekarang aku juga ga tau, ga pernah ketemu .. ) kurus, tinggi, rambutnya ikal agak panjang trus kalo sisiran pake sisir blow supaya rambutnya bisa ”mengkelung” kedalem, celananya ”cutbray”. Dulu motornya trail kuning, ... yach .. bagaikan si ”Topan anak jalanan” lah (waktu jaman itu) ...

Acara selanjutnya adalah spontanitas yang diisi dengan hiburan dari perwakilan kelas. Kelas yang pertama maju adalah perwakilan kelas IIID, yang diisi menyanyi bersama dengan lagu midley berjudul ”suwe ora jamu” dilanjut lagu plesetan ”Basuki mangkat sekolah”.
Syairnya adalah :

SUWE ORA JAMU

Suwe ora jamu .. jamu godong telo
Suwe ora ketemu .. temu pisan ora suwe

Basuki mangkat sekolah .. hem-e putih di lunthung munggah
Jungkatane sigaran tengah .. spatu bigboss ga nate dikumbah
Kuwi mau Cerito mbiyen .. ning saiki wis dadi dirjen
Dadi dirjen uripe kajen .. ra koyo mbiyen neng ndi-ndi ijen

Eh .. tadinya Basuki smangat nyanyi begitu sampe syair .. Basuki mangkat sekolah dst .. kebingungan dia tengok kiri kanan ”lho nggonanku kok ngga’ ono teks-e” .. (memang enak dadi dirjen !!!! ... he..he .. sorry yo Bas .. memang sengaja koq catatan teks yang dikasih Basuki cuma lagu suwe ora jamu) ... kapan lagi bisa ngerjain dirjen ...

Spontanitas yang kedua diisi oleh Kelas IIIA, tapi aku ga tau ya kenapa bisa gabung dengan kelas IIIB, dengan lagu ”Pertemuan”. (mungkin ada rekan yang hadir yang bisa menceritakannya ......). Soalnya harus antar pulang Pak Coyo yang sudah kelelahan duduk, naik mobilnya Ibnu Istanto alias Bob, dulu kelas IIIE, orangnya pendiem, kalem dan rasanya kalo ngga dithuthuk ga ngomong, tapi yang jelas baik hati mau nganter.

Spontanitas Kelas IIIC, diisi dengan menyanyi lagunya Koesplus dengan judul ”Kapan-kapan” (mungkin ada rekan yang hadir yang bisa menceritakannya ......).

Spontanitas Kelas IIIE juga diisi dengan nyanyi lagu ”Posyandu versi IIIE ” (mungkin ada rekan yang hadir yang bisa menceritakannya ......).

Dengan acara spontanitas ini betul-betul sangat menghibur, semua tertawa gembira ria .. kita bagaikan 30 tahun lebih muda dari sekarang ....

Pada tanggal 3 Oktober 2008 tersebut memang penuh dengan karunia, karena merupakan awal kita mulai menyambung rasa persaudaraan yang telah lama hilang, kedua merupakan hari dimana kita merayakan Lebaran, saling bermaaf-maafan dan ada lagi yaitu tepat hari ulang tahunnya Pak Fikri, genap berusia berapa saya tidak tahu tapi yang jelas Pak Fikri kelihatan segar bugar dan semoga panjang umur, murah rezeki, sehat-sehat selalu ..........

Acara selanjutnya adalah Quiz alumni berprestasi ....
Alumni yang sudah dan paling banyak punya cucu adalah Fita Yulia ..dengan mengantongi 2 cucu ini, uih .. nenek Fita masih kelihatan seperti dulu agak gemuk sedikit dibanding waktu dulu, sehat, segar .. (apa karena dia dokter yaaa... trus bisa jaga body .. patut dicontoh nich, bagaimana cara supaya awet muda ..)

Alummni berprestasi lain adalah yang berambut putih, dan ternyata dari sekian prestasi inilah prestasi yang dimenangkan oleh banyak orang .. banyak orang berambut putih, kenapa ya ... apa terlalu banyak mikir, tapi mikir apa yaaa mereka .. ah, "emang gue pikirin" ....

Kemudian Alumni berprestasi lain yang tidak mungkin kayaknya akan tersaingi oleh yang lain kecuali alumni lain ini langsung ambil istri 4 orang .. itu aja juga masih kalo dia mampu ..he..he... Prestasi ini dimenangkan oleh Hendy yang drg. Untuk mengingatnya Hendy ini orangnya kecil, imut-imut juga, wajahnya hampir innocence tak berdosa sampai sekarang tidak banyak berubah. Prestasi yang diperoleh adalah punya putra 13 orang .... hayo, siapa yang mau bersaing ... boleh daftar mulai sekarang ..
Kiat-kiat atau pertanyaan2 dalam bentuk apapun bisa ditanyakan langsung dalam email ini atau secara pribadi karena beliau ada di daftar maillist ini, boleh secara terbuka maupun Private ... (begitukah Hen ?!! ......) Mudah-mudahan Hendy mau buka resep di sini ... (Ampun ya Hen, jangan tersinggung). Pada waktu di Acara tersebut Hendy memang sempat pidato di panggung, tapi mungkin tidak ada salahnya juga disini karena mungkin banyak yang tidak mendengarkan karena sedang bercanda dengan yang lain. Makasih Hen, sukses selalu.

Acara selanjutnya adalah pemberian doorprice bagi 5 alumni dan 1 guru. Pembagian ini berdasarkan nomor yang telah dipasang oleh panitia sebelum acara dimulai secara acak di bagian belakang kursi-kursi yang akan di duduki oleh alumni nantinya. Ada 6 kursi untuk alumni mulai nomor 1-5, kemudian nomor 6 ditempatkan pada kursi guru. Guru yang mendapatkan bingkisan adalah Pak Yatno, (... ssst...ssst...,seharusnya bukan P. Yatno lho yang dapat bingkisan tapi Pak Coyo ... karena Pak Coyo setelah naik ke panggung untuk menerima talikasih kembali ke tempat duduk yang dekat dengan panggung, maklum karena harus agak dipapah...) ... eh, memang yang namanya Rezeki, ..malang tak dapat diraih untung tak dapat ditolak ..(bener ga ya peribahasa untuk ini... ).

Ada juga bingkisan untuk alumni yang datang dari tempat yang paling jauh, .. ini jatuh pada Hudi, dia datang dari pulau seberang Samarinda. Bingkisan diberikan oleh Yuni.

Bersambung ..........................
Wis dulu ya, sambung lagi besok

Selasa, Oktober 07, 2008

Reuni Perdana (3)

Terus terang, sudah ada beberapa teman yang "ngelem" tulisan pandangan mata reuni perdana, yang dibuat oleh Dyah Probowati. Bahasanya ringan, ceplas-ceplos, "to the point", menggelitik (artinya ngithik-ithik qolbu), tulus, tidak ada unsur politisasi (halah..., opo maneh iki !!). Kalau menjadi Menteri Sekretaris Negara Republik BBM pas banget.
Berikut lanjutan laporan Dyah Probowati ...........

Acara ini dihadiri sekitar 87 alumni yang tidak pernah dan atau jarang ketemu, jadi bisa dibayangkan betapa hebohnya ruangan tempat acara berlangsung. Beruntung ruangan agak terbuka jadi walaupun penuh tetap bisa nyaman menghirup udara segar walau agak panas-panas dikit.

Acara selanjutnya adalah Penyerahan Talikasih kepada Guru. Semua guru dimohon untuk naik ke panggung termasuk Pak Coyo yang dengan agak dipapah dapat duduk di panggung. Semua guru mendapatkan Talikasih berupa barang yang telah disiapkan oleh Panitia terutama Elza yang telah didaulat untuk memilihkan bentuk talikasih tersebut. Penyerahan dilakukan oleh beberapa alumni termasuk Basuki, Edy Susilo, Basuki, Barjono, Agus, Widanayati, Lucy dan Rio. Acara penyerahan ini diiringi dengan lagu Hymne Guru melalui tayangan Video yang juga diikuti oleh para alumni terutama suara lantangnya Kananto, Anna, Susi dll.

.... Guru, ....
Kita tak kan ada apa-apanya tanpa engkau guru, ... guru sebagai cahaya penerang pengetahuan bagi kita semua .. bagi dunia, .. dan akan terus .. dan terus berjuang demi peningkatan pengetahuan kita tanpa mengenal lelah ... tanpa pamrih ....... Engkaulah Guru, kami tidak akan pernah dapat melupakanmu ... apapun dan bagaimanapun ...... Talikasih tidak akan dapat membayar semua apa yang telah engkau berikan pada kami ... tapi terimalah ini sebagai bentuk Cinta Kasih kami padamu Guruku ... ...Engkaulah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa .....

Syair Hymne Guru :

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku

Semua baktimu akan kuukir didalam hatiku
Sbagai prasasti trimakasihku ’tuk pengabdianmu
Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa tanpa tanda jasa

(lagu ini dapat didownload lewat Youtube)





Sebuah Penantian Yang Amat Panjang

Sebuah renungan....

Teman-teman.....
Berapa orang di antara kita yang ingat dengan wajah-wajah di atas ...??
Berapa orang di antara kita yang ingat bahwa mereka itu pernah menjadi teman kita ?

Berapa orang di antara kita yang mengetahui bahwa sebagian di antara mereka sudah pergi meninggalkan kita selama-lamanya, tanpa kita ketahui sedikitpun kabar beritanya...?? Ada di mana kita waktu itu ketika teman kita sakit sampai akhirnya meregang nyawa..??. Barangkali...., atas kehendak dan ridho-Nya, do'a dari teman-teman bisa menjadi penyembuh mereka, atau... upaya teman-teman yang dokter bisa meringankan sakitnya ....., tapi itu semua tidak terjadi karena silaturrahim tidak terjalin.
Berapa orang di antara kita yang tahu bahwa sebagian teman kita mungkin ada yang nasibnya kurang beruntung, .... sudahkah kita merasakan nasib mereka..sudahkah kita memperhatikan mereka....?? Itu semua tidak terjadi karena silaturrahim tidak terjalin.
Kita berhasil menjadi "orang" memang sepenuhnya atas kehendak-Nya yang diejawantahkan sebagian melalui jasa para guru-guru kita. Sudahkah kita peduli dan memperhatikan mereka, baik ketika mereka sakit atau hanya ingin cuma sekedar bertegur sapa dengan bekas muridnya.....??? Itu semua tidak terjadi karena silaturrahim tidak terjalin.
Akhirnya......., setelah 30 tahun, .... sebuah penantian yang amat panjang (lebih dari separo umur kita saat ini), Allah Subhana Wata'ala menganugerahi hidayah kepada kita dalam bentuk "semangat untuk bersilaturrahim". Hidayah ini merupakan amanah dari Sang Pencipta, yang patut kita jaga dan dilestarikan.

Senin, Oktober 06, 2008

Reuni Perdana (2)

Berikut sambungan dari laporan pandangan mata dan telinga Dyah Probowati..... laporan "putus maning-putus maning" gara-gara Dyah Probowati katanya mau beres-beres rumah. (memangnya ada yang nggak beres ya Dyah ...??!!!)


Begitu para alumni datang mereka mendaftar dengan diberi kaos warna biru donker dengan simbol tulisan 79 yang dilingkari oleh seutas tali, (pokoknya keren dech..) Memang pembuatan kaosnya terbatas, hal ini disebabkan oleh belum ada kepastian jumlah alumni yang akan hadir tapi don’t worry bagi yang belum dapat akan diusahakan segera oleh panitia sehingga nanti semua alumni 79 akan mendapatkannya. Bagaimana cara mendapatkannya, tunggu informasi lebih lanjut dari panitia.

Arti simbol 79 yang dilingkari oleh seutas tali adalah bahwa alumni 79 dengan Rakhmat Tuhan Yang Maha Esa dapat mengikat satu sama lain menjadi saudara, menjadi satu keluarga yang indah dalam kebersamaan. (sumber Yuni, silahkan untuk dikritisi oleh rekan-rekan ...)

Kaos yang sudah didapat langsung dipakai jadi kita seragam tidak terkecuali ada yang tanpa mencopot baju atau hem langsung dipakai .. pokoknya seragam dalam indahnya kebersamaan.

Selain itu untuk mengakrabkan atau mengingatkan kembali nama-nama para alumni, masing-masing di kasih label ( emang barang ?!) atau name card, sehingga kalo kita lupa namanya tinggal melirik nama yang tertempel didada kiri atau kanan lawan bicara kita, karena tidak tertutup kita sudah ..he ha .. he he .. ternyata lupa nama ...

Juga dibagikan buku Biodata Alumni (memang belum lengkap, karena belum semua alumni mengumpulkan) dan lembar kesan dan pesan yang diisi dan diserahkan kembali pada panitia untuk kelanjutan program acara ini. Bagaimana pelaksaan, waktu dan tempat, penyelenggaraan dan usulan-usulan lain dari alumni. Hasilnya nanti ada informasi dari Panitia.

Sambil menunggu teman-teman yang belum hadir dan juga hari sudah sangat siang dimana perut-perut sudah minta diisi maka sambil diiringi oleh musik dan tayangan film dokumenter wajah para alumni dimasa muda-remaja-belia yang masih culun-culun (pinjem bahasa prokemnya anak remaja jaman sekarang) para alumni menyantap makanan dan minuman yang sudah tersedia di meja ... Soft drink dengan bermacam-macam warna (merah, putih, coklat bahkan minuman yang warnanya biru seperti spritus pun ada di meja tempat minuman), makanan dengan sup, ikan, dll .... (Hmmm uenak tenan....!!)

Pembukaan dimulai dengan suara merdu 2 MC cantik, tapi tetap tidak membuat para alumni untuk segera berhenti dari canda-tawannya, sehingga dibutuhkan suara gelegar Kananto untuk memulai acara Syawalan dan Reuni 2008.

Acara diawali dengan Do’a kemudian menyanyikan Lagu Mars 4 Bhe, yang diiringi alunan indah Keyboard oleh Elza Ismail, dipandu oleh Susi dan dinyanyikan alumni beserta para guru dengan khidmad. Tapi memang tidak mudah untuk menyanyikan Mars SMA 4 Bhe setelah sekian puluh tahun, beberapa kali harus diulang karena selain nadanya yang tidak pas juga syair yang meloncat, walaupun syair memang sudah dipasang didepan .. akhirnya P. Prabowo juga didaulat untuk maju kedepan menemani Susi ... dan akhirnya dengan penuh khidmad juga, selesailah sudah Lagu Mars SMA 4 Bhe. Tepuk tangan meriah dari alumni dengan berakhir dan suksesnya menyanyikan Mars SMA 4 Bhe tersebut.

Supaya kita bisa mengingat isi syair Mars SMA 4 Bhe dan dapat menyanyikan lagi, tersebut dibawah ini :


MARS SMA 4 B
G = Do 4/4 Santjaja H R

SMA empat B Yogyakarta, sekolah kita keluarga kita
Maju jaya, maju jaya, mencapai cita-cita nan mulia
SMA empat B Yogyakarta, tegaklah sentosa
Selamat dan sejahteralah, guru dan siswanya
Bersatu berpadu, insan hidup berdarma
Menuju sentosa, masyarakat nan jaya
Bersatu berpadu, sabar tabah bekerja
Berbakti berkorban berjasa, bagi nusa bangsa

Reff : SMA empat B, sekolah dan keluarga kita
Dirgahayu jaya, hidup dalam alam merdeka
SMA empat B, kita slalu siap sedia
Mencipta generasi Indonesia
Bangsa bahagia……


Semoga teman-teman bisa mengingat kembali dan berusaha untuk dapat menyanyikan lagi ... (melatih ingatan supaya ga pikun yaaa.....he..he)

Acara selanjutnya adalah laporan dan sambutan Ketua Panitia yaitu Rio Kustianto Wironegoro yang dilakukannya dengan santai sesuai dengan acara ini khidmat tapi santai. Kemudian diikuti sambutan guru yang rencananya akan disambut oleh Pak Rachman, tetapi berhubung beliau belum datang maka digantikan oleh Pak Prabowo.

Acara utama yaitu Do’a Syawalan dan Reuni disampaikan oleh DR. Drs. Herwanto Dahlan, MA., beliau adalah juga alumni 4 Bhe hanya angkatan diatas kita. .. Sangat .. sangat khidmad sekali ............ Amin.

Acara selanjutnya adalah pemotongan kue taart dengan lilin di atasnya yang menunjukkan angka 30, ini menandakan bahwa kita sudah tiga puluh tahun dalam rasa persaudaraan.
Taart dipotong oleh Ketua Pelaksana dan diberikan kepada guru paling senior yaitu Pak Coyo kemudian panitia yang paling sibuk yaitu Yuni atau Wahyuni dan seterusnya taart dipotong untuk dibagi-bagikan ke para guru dan alumni-alumni lain. Acara ini diiringi dengan lagu Alhamdulillah yang dinyanyikan oleh Opick feat Amanda dalam bentuk tayangan video dan lagu tersebut diikuti oleh semua alumni sambil berdiri. Adapun Syair lagu tersebut ada dibawah ini untuk bisa direnungkan isi syairnya :

Alhamdulillah
(opick feat Amanda dalam tayangan Video diikuti oleh Guru dan Alumni)

Bersujud kepada Allah
Bersyukur sepanjang waktu
Setiap nafasmu, Seluruh hidupmu
Semoga diberkahi Allah

Bersabar, taat kepada Allah
Menjaga keiklasanNya
Semoga dirimu, semoga langkahmu
Diiring oleh rahmatNya

Setiap nafasmu, Seluruh hidupmu…..Semoga diberkahi Allah

Alhamdulillah….Wa Syukurillah .. Bersyukur kepada Allah
Kau jadikan kami saudara….Indah dalam kebersamaan

Bersujud kepada Allah….Bersyukur sepanjang waktu
Setiap nafasmu, Seluruh hidupmu…..Semoga diberkahi Allah
Semoga dirimu, semoga langkahmu…..Diiring oleh rahmatNya

Alhamdulillah….Wa Syukurillah .. Bersyukur kepada Allah
Kau jadikan kami saudara….Indah dalam kebersamaan

Alhamdulillah….Wa Syukurillah .. Bersyukur kepada Allah
Kau jadikan kami saudara….Hilang rasa perbedaan

Bersambung ...................................
(aku tak beres-beres rumah dulu ....)


Reuni Perdana (1)

Bermula dari "polah"-nya segelintir teman-teman yang punya ide "genius" untuk merajut kembali pertemanan yang mungkin sudah 30 tahunan sempat putus, akhirnya pada 3 Oktober 2008 terlaksanalah reuni perdana bertempat di Bamboo Resto, Jl. Palagan Tentara Pelajar. Beberapa "pemuda-pemudi" yang punya ide tersebut diantaranya : Rio Kustianto, Wahyuni, Dyah Probowati (ibu dosen batubara yang masih tetap hitam manis, kalau nggak percaya lihat fotonya di bawah), Elza Ismail (yang juga masih tetap cantik di usianya yang sudah tidak muda lagi) dan lain-lain yang tidak bisa disebutkan satu-satu di sini.

Berikut, "pandangan mata dan telinga" mengenai acara Reuni Perdana tersebut yang ditulis oleh Dyah Probowati secara berseri (...kaya cerita Api Di Bukit Menoreh saja), disesuaikan dengan ngantuk tidaknya Dyah Probo....!!.

Karena ini tulisan kejar tayang, sementara ini Admin hanya melakukan pengeditan kecil atas laporannya Dyah Probowati. (gaya tulisannya santai, ...mengalir begitu saja)

BERIKUT PANDANGAN MATA DAN TELINGANYA :

Acara diawali dengan pertemuan antar alumni yang mulai pada dateng sekitar jam 11.45 di Bamboo Resto, Jalan Palagan Yogyakarta ... peluk - cipika cipiki .. (walau dulu ga pernah terbesit bisa pegang tanganpun ..eh sekarang .. peluk - cipika cipiki … budaya dah berubah ‘kali yaaa…tapi suka juga nich..he..he..) ..hal ini mewarnai pertemuan awal antar alumni setelah hampir 30 tahun ga ketemu, walaupun kadang lupa nama, lupa wajah dll… Kananto tambah gendut pake jenggot dikit (persis p. Ustadz, soalnya waktu datang selain ada jenggot dia pake baju koko dan peci karena mau Jum’atan), … Barjono yang dulu tinggi semampai (bukan semeter tak sampai lho) pendiem, pemalu .. eh sekarang jadi tinggi besar berisi …yach.. sedikit-sedikit dibawah Ade Rai lah (he..he.. jo nesu yo Jon) …. Edy Susilo yang dulunya ramping langsing putih, sekarang jadi gendut mirip babah-babah (sorry yo Ed) putih tetep pipinya tembem mata sipit karena kegendutan tapi ga apa-apa karena memang jadi Boss… Tapi walau dah jadi Boss, waktu itu ya tetep dikerjain sama Elza untuk angkat-angkat barang talikasih untuk guru dan doorprice .. (uh ..uh .. sampai keringetan.. untung ada Dr. Fita yang baik hati mengelap mukanya dengan Tissu .. wah..).. Yulia si Jago Voli datang dengan tegapnya walaupun sudah menggunakan kerudung celelekannya masih seperti yang dulu … Basuki yang dulu hanya punya satu buku biru dislempitke di kantong belakang celana yang kombor-kombor dengan baju yang ra tau dimasukkan dan sepatu bigbossnya (yang ora tau dikumbah kethokke ya) sekarang dandanan lebih rapi, wajah dan body masih seperti yang dulu putih imut-imut (bukan amit-amit lho ..) (jangan marah ya Bapak Dirjen) … dll kejadian mengawali pertemuan di acara itu.

Ternyata waktu berbanding lurus dengan umur kita ya ... (Sinonim dengan matematikanya p. Khamim dulu .. jaman sekolah)…

Yang dulu rambut hitam eh sekarang jadi berambut putih memplak seperti Idink, Gatot, Agus Sugiono, Tomeng dll ....

Yang dulu berambut bagaikan mayang terurai .. (karena banyak cowok yang agak gondrong) sekarang hampir habislah si rambut indah itu ... seperti Akhsin Utami, Haryono, Wiratno termasuk juga Agus Sugiono .. nah Agus sugiono ini yang agak parah, sudah rambut tambah putih botak lagi .. (punten yaa Gus ...)

Jam pembukaan acara mundur hampir 30 menit dari yang seharusnya yaitu 13.30, karena semua alumni bercanda antar teman dari bangku yang satu pindah menyapa bangku yang lain .. yach, pokoknya seperti pasarlah suaranya ... sampai lagu-lagu merdu yang diputaratau yang dibawakan oleh MS dan Penyanyi yang cantik-cantikpun kalah suara dan tak mampu mencuri perhatian para alumni....

Oh ya, guru yang hadir adalah Pak Coyo, Pak Fikri, Pak Yatno, Pak Prabowo, Pak Rachman, Ibu Heru dan Ibu Emi.

Untuk mengingtkan rekan-rekan Pak Coyo adalah guru Biologi yang sudah sangat sepuh (usia lebih dari 80 tahun) tapi semangatnya tidak kalah dengan para bekas murid-muridnya untuk menghadiri acara ini dan dijemput oleh Kananto, karena memang Kananto walaupun pada waktu sekolah paling bandel tapi ternyata memiliki hati yang baik karena ternyata dulu waktu ibunya Pak Coyo meninggal dia ikut mengangkat jenazah beliau ibunda Pak Coyo.. Pak Fikri guru olah raga ekstra kulikuler, walaupun rambut sudah memutih tapi masih Handsomelah kata saya , P. Yatno adalah guru Kimia yang sekarang mengajar di SMA Taruna Nusantara di Magelang, yang juga semangat hadir jauh datang dari Magelang, masih seperti yang dulu penuh senyuman walaupun dulu kalau mengajar matapelajaran kimia yang sangat sulitnya minta ampun. Pak Prabowo, guru menyanyi yang setiap saat dulu menyuruh siswanya untuk maju satu-satu menyanyi diiringi gitar beliau yang sangat merdu, Pak Prabowo tambah subur terutama perutnya (nyuwun sewu Pak). Ibu Heru, beliau adalah guru bahasa Inggris, masih tetap seperti yang dulu sehat, segar dan anggun. Sedikit cerita yaitu pada saat mata pelajaran bahasa Inggris ada PR, kemudian siswa satu-satu urut disuruh membaca tugasnya satu siswa satu nomor, saat itu Isnawan duduk dibelakangku (tau sendirilah Isnawan dia kan suka rame kalo di kelas .. Iya tho Wan ?!) eh pas dah mau giliranku nawan ngajak rame ngasih permen segala , nah pas suruh baca ga tau dah sampe nomor berapa .. karena asal baca, marahlah Ibu Heru ... tapi ga apa itu khan dulu, kemarin sudah mohon maaf ... Ibu Emi adalah guru BP, masih seperti dulu juga manis, sehat dan energik.

Bersambung ...................

(Ini dulu yang tak tulis yooo, kelanjutannya besok tak tulis lagi ... aku ngantuk je ... )